(Kutipan)
Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam, untuk menunggu ia mmembeli buku dan sepotong kue ditoko bandara, lalu menemukan tempat duduk. Ia melihat lelaki disebelahnya dengan tanpa berdosa mengambil beberapa kuenya dan memakannya. Wanita itu diam saja dengan alasan tidak ingin membuat keributan, tapi menit demi menit berlalu kuenya semakin habis dimakan oleh pria itu, wanita itu makin kesal.
Setiap dia mengambil satu maka pria itu mengambil sepotong kue juga, hingga yang tersisa satu potong kue terakhir. Akhirnya wanita itu berpikir apa yang akan dilakukan oleh pria itu, ternyata pria itu mengambilnya dan membagi dua, diberikannya kepada wanita itu separo. Dengan kesal wanita itu menggerutu dalam hati “dasar pencuri”. Tapi wanita itu tak begitu menghiraukannya karena gembira mendengar jadwal penerbangannya diumumkan. Lalu wanita itu memberesi semua barang miliknya dan pergi mencari tempat duduknya. Ketika ia membuka tasnya, ia dikejutkan oleh sekantong kue miliknya, wanita itu sedih ternyata pria itu mencoba untuk berbagi dengannya tadi, tapi ia malah menuduhnya mencuri kuenya. Dengan penuh penyesalan ia memikirkan kejadian tadi. Terlambat untuk minta maaf. Tenyata ia sendiri sang pencuri kue dan tidak tahu terima kasih.
Terkadang kita selalu mencemooh, menyalahkan dan mengomentari pendapat orang lain padahal kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar