Begitu indah Engkau ciptakan dia Ya Rab
Sosok yang menyejukkan jiwa
Ketika melihatnya
Bagai setetes embun dari surga.
Dia menjadi kekuatan oleh setiap pecintanya
Ketegaran yang terpancar dari jiwanya,
Menambah kesempurnaan dalam dirinya
Ya Rab bantu hamba menepis semua ini
Jika ini memang tidak mungkin.
Terimakasih Kau telah hadirkan dia
Meski hanya sementara.
indahnyacahaya
Selasa, 29 Juni 2010
(Kutipan)
Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam, untuk menunggu ia mmembeli buku dan sepotong kue ditoko bandara, lalu menemukan tempat duduk. Ia melihat lelaki disebelahnya dengan tanpa berdosa mengambil beberapa kuenya dan memakannya. Wanita itu diam saja dengan alasan tidak ingin membuat keributan, tapi menit demi menit berlalu kuenya semakin habis dimakan oleh pria itu, wanita itu makin kesal.
Setiap dia mengambil satu maka pria itu mengambil sepotong kue juga, hingga yang tersisa satu potong kue terakhir. Akhirnya wanita itu berpikir apa yang akan dilakukan oleh pria itu, ternyata pria itu mengambilnya dan membagi dua, diberikannya kepada wanita itu separo. Dengan kesal wanita itu menggerutu dalam hati “dasar pencuri”. Tapi wanita itu tak begitu menghiraukannya karena gembira mendengar jadwal penerbangannya diumumkan. Lalu wanita itu memberesi semua barang miliknya dan pergi mencari tempat duduknya. Ketika ia membuka tasnya, ia dikejutkan oleh sekantong kue miliknya, wanita itu sedih ternyata pria itu mencoba untuk berbagi dengannya tadi, tapi ia malah menuduhnya mencuri kuenya. Dengan penuh penyesalan ia memikirkan kejadian tadi. Terlambat untuk minta maaf. Tenyata ia sendiri sang pencuri kue dan tidak tahu terima kasih.
Terkadang kita selalu mencemooh, menyalahkan dan mengomentari pendapat orang lain padahal kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam, untuk menunggu ia mmembeli buku dan sepotong kue ditoko bandara, lalu menemukan tempat duduk. Ia melihat lelaki disebelahnya dengan tanpa berdosa mengambil beberapa kuenya dan memakannya. Wanita itu diam saja dengan alasan tidak ingin membuat keributan, tapi menit demi menit berlalu kuenya semakin habis dimakan oleh pria itu, wanita itu makin kesal.
Setiap dia mengambil satu maka pria itu mengambil sepotong kue juga, hingga yang tersisa satu potong kue terakhir. Akhirnya wanita itu berpikir apa yang akan dilakukan oleh pria itu, ternyata pria itu mengambilnya dan membagi dua, diberikannya kepada wanita itu separo. Dengan kesal wanita itu menggerutu dalam hati “dasar pencuri”. Tapi wanita itu tak begitu menghiraukannya karena gembira mendengar jadwal penerbangannya diumumkan. Lalu wanita itu memberesi semua barang miliknya dan pergi mencari tempat duduknya. Ketika ia membuka tasnya, ia dikejutkan oleh sekantong kue miliknya, wanita itu sedih ternyata pria itu mencoba untuk berbagi dengannya tadi, tapi ia malah menuduhnya mencuri kuenya. Dengan penuh penyesalan ia memikirkan kejadian tadi. Terlambat untuk minta maaf. Tenyata ia sendiri sang pencuri kue dan tidak tahu terima kasih.
Terkadang kita selalu mencemooh, menyalahkan dan mengomentari pendapat orang lain padahal kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sabtu, 26 Juni 2010
Kesedihan yang mendalam hanya akan membuat kita rapuh, kemudian mendatangkan keputusa asaan. Kesedihan tidak akan pernah mengembalikan yang telah hilang, kekhawatiran tidak akan pernah membuat masa depan menjadi lebih baik, dan kegelisahan hati tidak akan pernah melahirkan keberhasilan. Hanya jiwa yang lurus dan hati yang ridho yang akan menjadi dua sayap kebahagiaan.
Sabtu, 05 Juni 2010
setetes embun dari surga
Ketika ku tersadar, ku kumpulkan nyawa yang sempat memudar
mencoba mengingat apa yang terjadi.
mencoba menunduk ikhlas akan sekilas keindahan dalam mimpi yang sempat terlintas.
akankah ada keindahan itu?
ada...
itu jawabya.
berharap seseorang datang menghampiri kita
tuk mempersembahkan sesuatu yang kita mau.
itu tak akan berlaku dalam hidupku.
berdiri dan hampiri dia.
dan tanyakan arti kehadirannya untukmu.
tinggalkan jika ia haram buatmu,
dan bermohon untuk didekatkan jika ia halal untukmu.
kapan ia datang??
biarkan waktu yang akan menjawabnya.
siapa dia ?? "setetes embun dari surga"
mencoba mengingat apa yang terjadi.
mencoba menunduk ikhlas akan sekilas keindahan dalam mimpi yang sempat terlintas.
akankah ada keindahan itu?
ada...
itu jawabya.
berharap seseorang datang menghampiri kita
tuk mempersembahkan sesuatu yang kita mau.
itu tak akan berlaku dalam hidupku.
berdiri dan hampiri dia.
dan tanyakan arti kehadirannya untukmu.
tinggalkan jika ia haram buatmu,
dan bermohon untuk didekatkan jika ia halal untukmu.
kapan ia datang??
biarkan waktu yang akan menjawabnya.
siapa dia ?? "setetes embun dari surga"
Langganan:
Postingan (Atom)